Jumat, 27 Maret 2015

I Want To Find a Rainbow


Aku ingin menemukan terang dalam hidupku. Aku sudah bosan hidup dalam gelap, dan sudah bosan selalu diterpa badai masalah. Aku ingin menemukan sebuah pelangi yang indah. Keindahannya kuharap mampu untuk menghapus air mata kesedihanku dan menggantikannya dengan seulas senyum kebahagiaan.”


            Semenjak kepergiannya aku merasa ada yang hilang dan kurang. Apapun yang kumakan tak terasa lezat, dan setiap pekerjaan yang aku lakukan seolah serba salah. Pikiranku melayang entah kemana, aku tak mampu berpikir dengan baik seperti biasanya.

            Bayangannya selalu muncul di sela-sela pikiranku, terutama saat aku tak melakukan apapun. Namun setiap aku berusaha menyibukkan diriku dengan berbagai kegiatan, aku justru mengacaukan segala yang ku kerjakan.

            “Arrgghh... apa yang salah.. kenapa aku tak bisa berpikir jernih seperti biasanya.”

            Kejadian kemarin sore memang masih sangat menghantuiku. Awalnya tak ada yang salah dengan diri kami maupun hubungan yang telah kami jalin bersama. Tapi, kemudian segalanya berubah. Ia tiba-tiba bersikap dingin seharian kemarin. Ia membalas chat dengan singkat, bahkan saat bersamaku dia menghiraukan kehadiranku.

            “Ini bukan salahku.. Ya, tentu saja bukan. Wanita mana yang tidak akan marah saat merasa dirinya begitu diacuhkan.”

            Tapi satu kalimat itu tetap tak berhasil menghiburku. Malah sebutir air mata jatuh dari salah satu sudut mataku dan bergulir membasahi pipiku. Lagi-lagi aku terisak dalam tangis. Aku pun membungkam mulutku dengan kedua tangan, takut tangisku akan pecah dan menimbulkan kekhawatiran bagi para penghuni di sebelah kamarku.

            Kubiarkan diriku larut dalam tangis di tengah keheningan. Setidaknya aku harus mengijinkan diriku menangis sejadi-jadinya, berharap tangisan ini bisa mengurangi rasa sakit yang sedang kurasakan.

            Aku berjanji pada diriku, ini akan menjadi tangisan terakhirku baginya. Setelah tangisan ini berakhir, aku akan kembali menjadi diriku. Aku akan kembali menjadi seorang gadis yang kuat. Seorang gadis yang selalu ceria, dan bersemangat.

            “Kuharap pelangi yang kuimpikan segera kutemukan. Kutemukan segera setelah air mata kesedihan ini berhenti mengalir,” inilah jeritanku pada diriku sendiri jauh di dalam benakku. 

                                                         ***************************



Kisah "I Want To Find a Rainbow" adalah kisah fiksi karangan penulis, yang terinspirasi dari pengalaman pribadi maupun pengalaman para remaja lainnya di dalam kehidupan sehari-hari.

Lewat karya tulis ini diharapkan banyak remaja yang mampu mengerti berbagai persoalan yang ada dan mampu memotivasi diri untuk kembali bangkit. 

"Karena percayalah setiap orang pasti mampu menemukan pelangi yang indah untuk dirinya sendiri"

Terimakasih untuk para pembaca, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk kara tulis ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar